Tampilkan postingan dengan label MAKALAH BIOLOGI UMUM SEMESTER 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKALAH BIOLOGI UMUM SEMESTER 1. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Oktober 2019

MAKALAH BIOLOGI UMUM


laporan lengkap sel dan jaringan


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Jaringan adalah kumpulan sel yang yang memiliki struktur dan fungsi yang sama untuk membentuk suatu organ. Jaringan dengan struktur yang khusus memungkinkan mereka mempunyai fungsi yang spesifik. Ilmu yang mempelajari tentang jaringan disebut histologi. Jaringan didalam tubuh hewan mempunyai sifat yang khusus dalam melakukan fungsinya, seperti peka dan pengendali (jaringan saraf), gerakan (jaringan otot), penunjang dan pengisi tubuh (jaringan ikat), absorbs dan sekresi (jaringan epitel), bersifat cair (darah) dan lainnya (Sainab, 2017).
Hewan adalah organisme yang tidak memiliki klorofil, mampu bergerak atau setidaknya menggerakkan tubuh, dan multiseluler. Beberapa organisme tidak memenuhi kriteria ini tetapi memperlihatkan persamaan dengan sifat tersebut, sehingga kita dapat mengenalnya sebagai hewan (Sainab, 2017).
Ada empat tipe jaringan dasar semua hewan, termasuk juga dalam tubuh manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah yaitu jaringan epitel yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ sekresi dan penyerapan. Jaringan pengikat sesuai namanya, yaitu berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Contoh pada jaringan ini adalah jaringan darah. Jaringan otot yang terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu licin yang dapat ditemukan diorgan tubuh bagian dalam, dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung. Jaringan saraf adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan (Sainab, 2017).
B.       Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengenal dan membedakan jaringan penyusun tubuh hewan serta mampu menjelaskannya secara tepat dan benar.
C.      Waktu dan Tempat
Hari Tanggal         : Minggu, 10 Desember 2017
Waktu                   : 09:00-12:00 WITA
Tempat                 : Ruangan Lab. Fakultas Kesehatan Unsulbar
                      
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.    Organisasi Tubuh
Hewan adalah organisme yang tidak memiliki klorofil, mampu bergerak setidaknya menggerakkan tubuh, dan multiseluler. Beberapa organisme tidak memenuhi kriteria ini tetapi memeperlihatkan persamaan dengan sifat tersebut, sehingga kita dapat mengenalnya sebagai hewan (Sainab, 2017).
Pada tubuh hewan sendiri terdiri atas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama pada saat perkembangan embrio, lapisan kecambah (germ layers) terdeferensiasi (dengan proses yang disebut histogenesis) menjadi empat macam jaringan utama yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan saraf (Waluyo dalam Jemberword, 2010).
Struktur tubuh hewan tersusun atas sel dan jaringan, organ dan sistem organ. Berbagai organ akan menyusun individu. Sel hewan adalah unit terkecil secara struktural dan fungsional penyusun individu hewan. Untuk mendukung fungsi tersebut sel tersusun oleh organel. Sel-sel penyusun tubuh pada hewan lebih kompleks. Jaringan adalah struktur yang dibentuk oleh kumpulan sel-sel yang mempunyai sifat-sifat morfologi yang sama. Ada empat jaringan utama pada hewan yaitu jaringan epitel, jaringan otot, jaringan ikat, dan jaringan saraf. Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi suatu rongga, sel-selnya tersusun rapat satu sama lain sehingga tidak terdapat ruang. Ruang antar sel yang biasanya berisi substansi intraseluler disebut matriks. Jaringan epitel ini dibuat dari sel-sel memudar yang tersusun dalam lapisan pipih (Campbell dalam Arman, 2003).
Keberagaman bentuk dan fungsi jaringan misalnya terletak pada bentuk sel-sel penyusunnya atau struktur organel-organel penyusun jaringan tersebut (Waluyo dalam Arman, 2006).

B.     Jaringan Hewan (Tingkat Vertebrata)
Sel-sel yang mempunyai bentuk yang sama yang  menyusun organisme multiseluler akan mengelompok dan melaksankan fungsi tertentu. Kelompok dari sel-sel ini disebut jaringan. Setiap jaringan akan menempati tempat tertentu pada tubuh makhluk hidup. Secara umum jaringan pada tubuh hewan dapat dibedakan berdasarkan fungsinya yaitu jaringan epitel, jaringan otot, jaringan saraf, dan jaringan penyongkong/penguat (Sainab,2017).
1.      Jaringan epitel
Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi bagian permukaan tubuh dan berfungsi melindungi jaringan-jaringan lain yang terletak disebelah dalamnya. Terkait dengan fungsinya sebagai pelindung  terhadap jaringan lain maka jaringan epitel mempunyai susunan yang rapat dan tidak  mempunyai ruang antar sel. Selain berfungsi sebagai jaringan pelindung sel epitel secara sendiri-sendiri atau secara berkelompok ada yang berperan  dalam mensekresikan zat. Epitel yang demikian ini disebut epitel kelenjar. Misalnya sel goblet yang terdapat pada permukaan usus yang secara sendiri-sendiri mensekresikan lendir. Kelenjar ludah dan kelenjar keringat dibentuk oleh sekelompok sel-sel epitel yang mampu mengeluarkan sekret maupun eksret (Sainab, 2017).
a)    Macam-macam jaringan epitel
Adapun macam-macam dari jaringan epitel aantara lain yaitu:
(1)      Epitel pipih selapis
Epitel ini memiliki sitoplasma yang jernih dan inti sel yang berbentuk bulat terletak di tengah. Epitel pipih berlapis berfungsi sebagai pelapis rongga dan saluran dalam (endotelium) yang terdiri dari sel-sel yang berbentuk pipih dan terdiri dari satu sel saja, struktur seperti ini sangat sesuai untuk mendukung peristiwa difusi, osmosis, dan filtrasi. Karena epitel ini hanya terdiri dari satu sel, maka jaringan ini hanya ditemukan pada bagian tubuh sehingga tidak banyak mengalami benturan fisis. Epitel ini ditemukan sebagai jaringan yang melapisi alveolus paru-paru, kapsul bowhman pada ginjal, lapisan dalam pembuluh darah dan limfa, ruang jantung, selaput bagian dalam telinga dan sel ekskresi kelenjar.
(2)      Epitel kubus selapis
Epitel ini memiliki sitoplasma yang jernih dan berbutir-butir serta memiliki inti sel yang bulat besar dan terletak di tengah, sel-sel jaringan epitel ini berbentuk kubus dan terdiri dari satu lapis sel saja. Pada umumnya jaringan ini berfungsi sebagai lapisan pelindung dan berperan dalam proses absorpsi dan seksresi zat misalnya pada kelenjar ludah, selain ini berfungsi sebagai penghasil mucus dan sebagai pembentuk kelenjar ludah, epitel ini ditemukan sebagai jaringan yang melapisi permukaan lensa mata, ovarium, pigmen retina dan tubulus ginjal.
(3)      Epitel silindris selapis
Epitel ini merupakan epitel yang memiliki sitoplasma jernih yang berbutir-butir dan berbentuk silinder dengan nukleus yang berbentuk bulat terletak didekat kasar. Jaringan ini berfungsi sebagai lapisan pelindung, penghasil mucus dan sebagai tempat difusi dan absorbsi zat.
(4)      Epitel pipih berlapis banyak
Epitel ini disusun dua lapis sel atau lebih. Sel-sel ini terdapat pada bagian yang paling dalam. Biasanya mempunyai bentuk kubus dan semakin kearah luar bentuknya dan semakin pipih. Struktur seperti ini sangat sesuai untuk melapisi bagian tubuh yang selalu mengalami benturan dan gesekan. Epitel ini ditemukan melaipisi permukaan kulit, permukaan rongga hidung, rongga mulut dan vagina.
(5)      Epitel kubus berlapis banyak
Epitel ini disusun dua lapis sel atau lebih. Sel-sel ini biasanya terdapat pada bagian dalam yang biasanya mempunyai bentuk kubus dan semakin kepermukaan bentuknya semakin pipih, struktur seperti ini sangat sesuai sebagai pelindung dari pergesekan yang memungkinkan terjadi pengelupasan. Epitel ini terletak dibagian dalam mulut, esopagus, vagina, dan kelenjar keringat pada kulit yang bagian terluarnya dilapisi zat tanduk.
(6)      Epitel silindris berlapis banyak
Epitel ini ditemukan pada saluran kelenjar ludah, kelenjar susu, uretra dan pada laring (pangkal kerongkongan). Epitel ini berbentuk silindris dan pada umumnya hanya ditemukan permukaan telurnya saja, sedangkan pada bagian dalamnya epitel berbentuk kubus atau tak beraturan.
(7)      Epitel silindris berlapis semu
Jaringan ini dikatakan berlapis semu karena letak inti selnya tidak pada satu garis sehingga seolah-olah epitel tersebut terdiri atas banyak lapisan. Di antara sel-selnya terdapat sel goblet penghasil lendir. Pada bagian permukaan terdapat tonjolan yang disebut silia. Fungsi silia adalah menggerakkan partikel yang ada diatasnya. Epitel seperti terdapat pada saluran pernapsan bagian atas, rongga hidung, dan pada saluran telur.
(8)      Epitel transisional
Epitel transisional merupakan epitel yang berlapis banyak, lapisan paling luarnya berbentuk bulat dan berukuran besar. Apabila dalam keadaan tegang sel-sel tersebut akan berubah bentuk lebih pipih dan bersifat elastis. Epitel ini melapisi kandung kemih, ureter, dan ginjal.
2.      Jaringan otot
Jaringan otot disusun oleh sel-sel yang pada sitoplasmanya terdapat mikrofilamin yang mampu mengadakan kontraksi dan relaksasi, sehingga sel otot dapat mengerut dan memanjang. Adanya kemampuan ini menjadikan otot sebagai alat gerak aktif. Berdasarkan struktur selnya jaringan otot dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
a)      Otot polos
Sel otot polos berbentuk kumparan dengan sitoplasma yang tampak bening karena mikrofibrilnya homogen. Dengan demikian otot ini akan tampak polos, tidak lurik. Otot polos dapat menanggapi rangsangan lambat dan gerakannya juga lamban, tetapi kemampuannya untuk berkontraksi sangat lama. Gerakan otot polos dipengaruhi oleh saraf otonom sehingga gerakannya juga lamban bersifat involunter (tidak kita sadari). Contoh jaringan ini kita temui pada usus, lambung, pembuluh darah, dinding rahim, otot penggantung lensa mata, dan lain-lain.
b)      Otot rangka
Otot rangka ditemukan melekat pada rangka tubuh. Gerakan otot ini akan mengakibatkan gerakan tulang-tulang ini dilekatinya sehingga terjadilah gerakan tubuh. Jaringan otot rangka disusun oleh sel-sel yang berbentuk silindris dengan diameter 10-100 mikron dan panjang hingga 30 cm. Plasma selnya disebut sarkoplasma sedangkan membrannya disebut sarcolemma. Setiap satu otot mempunyai serabut-serabut otot memanjang yang disebut miofibril. Setiap miofibril terdiri atas protein otot yang disebut aktin dan miosin yang berperan dalam mekanisme gerak otot. Sepanjang miofibril ini tampak gambaran garis gelap dan terang sehingga secara keseluruhan otot tampak berbentuk lurik, sehingga otot ersebut disebut otot lurik. Otot rangka kontraksinya diatur oleh saraf sadar dengan sifat reaksi yang cepat, kontraksinya kuat tetapi tidak tahan lama.
c)      Otot jantung (Miokardium)
Otot ini hanya ditemukan sebagai jaringan yang membentuk jantung. Bentuk sel ototnya silindris dengan plasma yang tidak homogen sehingga tampak seperti serabut  otot serat lintang. Diantara serabut-serabut otot berdampingan membran selnya membentuk anyaman yang disebut sinsitium. Sinsitium berfungsi memperkuat otot jantung dan untuk menghantarkan implus. Inti selnya hanya satu buah dan letaknya pada bagian tengah. Otot jantung dapat mengadakan kontraksi beraturan sekitar 72 kali per menit tanpa ransangan dari pusat saraf karena memiliki sumber ransangan sendiri dari otot jantung, rangsangan dari pusat saraf otonom hanya berfungsi untuk memperkuat dan memperlambat kontraksi saja. Kerja otot jantung sangat teratur dan cukup kuat.
3.      Jaringan saraf
Jaringan saraf disusun oleh sel-sel saraf (neuron). Setiap neuron terdiri dari badan sel saraf inti sel ditengahnya dan percabangan sel saraf yang relatif pendek disebut dendrit dan cabang panjang  disebut akson (neurit). Permukaan akson dilindungi oleh selubung mielin ada daerah yang menggenting  yang disebut nodus ranvier. Berdasarkan atas fungsinya sel saraf dibedakan menjadi 3 yaitu:
a)      Neuron sensorik yaitu sel saraf yang berfungsi menerima ransangan dan meneruskan ransangan (implus) ke pusat saraf (otak atau sumsum tulang belakang).
b)      Saraf motorik yaitu sel saraf yang berfungsi menghantarkan implus dari pusat ke saraf organ motorik (misalnya kelenjar atau otot).
c)      Saraf intermediary (neuron konektor) yaitu sel sarf yang berfungsi menghubungkan antara satu neuron dengan neuron lain.
4.      Jaringan penyokong/penguat
Berbeda dengan jaringan epitel, jaringan penyokong terdiri atas serabut sebagai subtansi dasar, sel-sel dan beberapa cairan ekstraseluler yang disebut matriks (Sainab,2017).


BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.  Alat dan Bahan
1.    Alat
a)    Mikroskop
b)   Kain planel
c)    Skalpel
d)   Obyek glass dan deck glass
2.    Bahan
a)    Sel epitel rongga mulut
b)   Eritrosit katak
c)    Aquades
d)   Garam NaCl 0,9 %
e)    Alkohol 70 %
f)    Jarum pentul
g)   Gabus stereform
B.  Cara Kerja
a.    Sel epitel rongga mulut
1.    Bersihkan tangkai skalpel dengan alkohol 70 %.
2.    Dengan menggunakan tangkai skalpel, koreklaah bagian dalam pipi anda.
3.    Oleskan korekan tadi pada gelas benda, kemudian tetesi dengan aquades serta tutuplah dengan gelas penutup.
4.    Amatilah dibawah mikroskop mulai dari perbesaran lemah.
5.    Melalui pengamatan dengan perbesaran kuat gambarlah 2 atau 3 sel dan berilah keterangan dari bagian-bagian sel yang nampak.
b.    Eritrosit katak
1.    Ambilah 1 tetes darah katak yang telah dicampur dengan larutan garam NaCl 0,9 %.
2.    Teteskan pada gelas obyek dan tutuplah dengan gelas penutup.
3.    Amati sediaan tersebut dibawah mikroskop, mulai dari perbesaran lemah.
4.    Dengan perbesaran kuat gambarlah 3 atau 4 sel dan berilah keterangan dari bagian-bagian sel yang nampak.

                 
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil Pengamatan
1.    Eritrosit katak
Hari/tanggal : Minggu, 10 Desember 2017
Bahan           : Eritrosit katak
Percobaan    : Unit IV
Tujuan          : Mampu mengenal dan membedakan jaringan penyusun tubuh hewan serta mampu menjelaskannya secara tepat dan benar.    
Gambar
Keterangan
1.    Nukleus






2.    Epitel rongga mulut
Hari/tanggal : Minggu, 10 Desember 2017
Bahan           : Epitel rongga mulut
Percobaan    : Unit IV
Tujuan          : Mampu mengenal dan membedakan jaringan penyusun tubuh hewan serta mampu menjelaskannya secara tepat dan benar.   
Gambar
Keterangan
2.    Nukleus
       
B.  Pembahasan
1.      Eritrosit katak
Pada pengamatan praktikum ini kita dapat mengetahui sel yang nampak pada eritrosit katak yaitu nukleus atau yang dalam pengertiannya adalah pusat kendali yang ditemukan di dalam semua sel-sel. Nukleus dapat berfungsi untuk menjaga integritas dan mengontrol aktivitas sel.
2.      Epitel rongga mulut
Pada pengamatan praktikum ini kita dapat mengetahui sel yang nampak pada epitel rongga mulut yaitu nukleus atau yang dalam pengertiannya adalah pusat kendali yang ditemukan di dalam semua sel-sel. Nukleus berfungsi untuk mengatur aktivitas-aktivitas kerja pada sel.
C.  Pertanyaan dan jawaban
1). Jenis epitel apakah yang dapat diamati pada rongga mulut?
Jawaban:
Jenis yang dapat diamati pada sel epitel rongga mulut adalah sel epitel pipih berlapis banyak.
2). Mengapa dalam percobaan eritrosit katak harus menggunakan NaCl 0,9 % ?
Jawaban:
Agar sediaan pada eritrosit katak yang diamati lebih jelas terlihat pada saat pengamatan dibawah mikroskop. 
BAB IV
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Dengan dilaksanakan praktikum ini mahasiswa dapat mengenal dan menjelaskan jaringan penyusun pada tubuh hewan seperti:
1.      Jaringan epitel yang kemudian dibagi lagi menjadi 8 macam jaringan epitel yaitu epitel pipih selapis, epitel kubus selapis, epitel silindris selapis, epitel pipih berlapis banyak, epitel kubus berlapis banyak, epitel silindris berlapis banyak, epitelsilindris berlapis semu, dan epitel transisional.
2.      Jaringan otot yang dibedakan menjadi 3 macam jenis yaitu otot polos, otot rangka, dan otot jantung.
3.      Jaringan saraf.
4.      Jaringan penyokong atau penguat.
B.  Saran
1.      Untuk Praktikum
Harus mampu memahami dengan secara baik dan benar pengamatan pada praktikum ini agar mampu menjelaskan jaringan-jaringan yang diamati pada saat praktek dilakukan.
2.      Untuk Asisten
Agar tidak jenuh dan lebih sabar dalam membimbing praktikan pada praktikum ini dilakukan.
3.      Untuk Laboratorium
Agar kiranya menyiapkan alat-alat  dan bahan secara lengkap setiap kali praktikum dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell. 2003. Laporan praktikum biologi dasar (mengenal jaringan hewan melalui pengamatan preparat awetan) (online), (http://armanpeternakan14.blogspot.co.id). Diakses pada hari kamis, 16 November 2017 pukul 17:51 WITA.

Rabu, 09 Oktober 2019

MAKALAH BIOLOGI UMUM



MAKALAH

(Praktikum Biologi Umum)



Disusun oleh :
Nursiah-H0417334





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA 
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULAWESI BARAT
2017







BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
            Dari dahulu sampai sekarang salah satu persoalan yang sering diperbincangkan dan sangat menarik untuk diperbincangkan adalah tentang manusia. Perbincangan tersebut meliputi tentang bagaimana penciptaan manusia? Siapa manusia itu? Mengapa manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang berbeda dari makhluk lainnya? Dan bagaimana eksistensinya di hadapan Allah SWT?
            Dalam islam, manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang berbeda dari makhluk lainnya. Dikatakan berbeda karena Allah SWT memberikan kemampuan berpikir kepada manusia sedangakan tidak untuk makhluk lainnya. Tetapi, ketika kemampuan itu disalahgunakan oleh manusia maka manusia akan menjadi makhluk yang sangat rendah daripada makhluk lainnya.
            Berdasarkan penjelasan di atas dan sebagai salah satu makhluk Allah SWT yang ditakdirkan diciptakan dalam bentuk manusia, sudah seharusnya kita mengetahui hakikat penciptaan manusia yang sebenarnya menurut pandangan islam. Oleh karena itu makalah ini akan disusun dengan berpacu pada judul “Hakikat Penciptaan Manusia Menurut Pandangan Islam”.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian manusia menurut pandangan islam?
2.      Bagaimana penciptaan manusia dalam islam?
3.      Apa hakikat penciptaan manusia dalam islam?
4.      Apa saja sifat-sifat hakikat manusia?
5.      Apa tujuan diciptakannya manusia menurut islam?
6.      Apa fungsi dan peran manusia menurut manusia?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian manusia menurut pandangan islam.
2.      Untuk mengetahui penciptaan manusia dalam islam.
3.      Untuk mengetahui hakikat penciptaan manusia dalam islam.
4.      Untuk mengetahui sifat-sifat hakikat manusia.
5.      Untuk mengetahui tujuan diciptakannya manusia menurut islam.
6.      Untuk mengetahui fungsi dan peran manusia menurut islam.

               




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Manusia Menurut Pandangan Islam
            Dalam Al-Qur’an manusia dipanggil dengan beberapa istilah, antara lain al-insaan, al-naas, al-abd dan bani adam. Al-insaan berarti suka, senang, jinak, ramah, atau makhluk yang sering lupa. Al-naas berarti manusia (jama’). Al-abd berarti manusia sebagai hamba Allah. Bani adam berarti anak-anak Adam karena berasal dari keturunan nabi Adam.
            Dalam Al-Qur’an dan As-sunnah juga disebutkan bahwa manusia adalah makhluk Allah SWT yang diciptakan dalam bentuk paling sempurna dan paling mulia serta memiliki berbagai potensi dan juga memperoleh petunjuk kebenaran dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.
            Jadi pengertian manusia menurut pandangan islam dapat disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang diciptakan dalam bentuk paling sempurna dibandingkan dengan makhluk Allah yang lain.

B.     Penciptaan Manusia dalam Islam
            Penciptaan manusia dalam Islam telah digambarkan oleh Allah SWT dalam Q.S Al-Mu’minun ayat 12-16, yang artinya : “Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulalng, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha suci Allah, Pencipta yang paling baik. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat. (QS Al-Mu’minun : 12-16)
            Manusia diciptakan oleh Allah SWT melalui proses alamiah yang berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu antara lain:
1.      Tahap jasad
                  Al-Qur’an menjelaskan bahwa permulaan penciptaan manusia adalah dari tanah (turaab) yaitu tanah berdebu, terkadang al-Qur’an menyebut hal tersebut dengan istilah Tin atau salsal. Yang dimaksud dengan tanah tersebut adalah sari patinya. Hal ini bukan berarti bahwa manusia dicetak dari bahan tanah, seperti orang membuat patung tetapi lebih pada makna simbolik yaitu sari pati yang berbentuk tumbuhan atau binatang yang kemudian menjadi bahan makanan manusia.

2.      Tahap hayat
                  Manurut Al-Qur’an awal mula kehidupan manusia adalah air sebagaimana kehidupan tumbuhan dan binatang, yang dimaksud dengan air disini adalah air yang disebut sperma. Sperma kemudian membuahi sel telur di dalam rahim seorang wanita, sperma itulah yang merupakan awal mula hayat (kehidupan) seorang manusia.

3.      Tahap ruh
                  Yang dimaksud dengan ruh disini adalah sesuatu yang dihembuskan oleh Allah SWT dalam diri manusia dan kemudian menjadi bagian dalam diri manusia, pada saat yang sama Allah SWT juga mewujudkan penglihatan, pendengaran dan hati bagi manusia. Adanya proses peniupan ruh dalam diri manusia yang diiringi dengan pemberian pendengaran, penglihatan dan hati merupakan bukti bahwa yang menjadi pemimpin dalam diri manusia adalah ruh, dan ruh pula yang dapat membimbing pendengaran, penglihatan dan hati dalam memahami kebenaran.

4.      Tahap nafs
      Kata nafs dalam al-Qur’an mempunyai empat pengertian yakni nafsu, nafas, jiwa dan diri (kelakuan), diantara keempat pengertian itu al-Qur’an lebih sering menggunakan kata nafsu untuk pengertiian diri (kelakuan). Diri atau kelakuan adalah kesatuan dinamik antara jasad, hayat dan ruh. Dinamikanya terletak pada kegiatan yang dilakukan oleh jasad, hayat dan ruh, kesatuannya bersifat spiritual yang tercermin di dalam aktivitas kehidupan manusia.

C.    Hakikat Penciptaan Manusia dalam Islam
            Allah mencipakan manusia dengan dua unsur yakni jasmani dan rohani. Unsur jasmani adalah tubuh atau jasad manusia yang tersusun atas organ dan sistem organ. Unsur yang kedua yaitu unsur rohani yakni ruh atau jiwa. Kedua unsur ini berkaitan satu sama lain dan apabila kedua unsur tersebut berpisah maka manusia disebut mati sehingga tidak lagi dapat disebut manusia. Adapun hakikat manusia menurut islam berdasarkan substansi penciptaan adalah sebagai berikut:
a.      Makhluk Allah yang paling sempurna
                  Allah menciptakan manusia dengan kesempurnaan dan keunikan. Hal ini dilihat dari segala hal yang menyangkut fisik dan jiwa seorang manusia. Ia berbeda dengan makhluk lainnya dan bahkan Allah memerintahkan malaikat untuk bersujud kepada Adam AS karena akal dan pengetahuan yang dianugerahkan kepadanya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At-Tin yang artinya : ”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (QS At-Tin : 4)

b.      Manusia sebagai bukti kekuasaan Allah SWT
                  Sejak awal penciptaannya, manusia pertama yakni Adam AS telah mengakui Allah sebagai Tuhannya dan hal tersebut mendorong manusia untuk senantiasa beriman kepada Allah SWT. Penciptaan manusia juga memiliki hakikat bahwa Allah menciptakan agama islam sebagai pedoman hidup yang harus dijalani oleh manusia selama hidupnya. Seluruh ajaran islam adalah diperuntukkan untuk manusia dan oleh karena itu manusia wajib beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa yakni Allah SWT.

c.       Manusia diciptakan sebagai hamba Allah
                  Adapun Allah menciptakan manusia untuk mengabdi dan menjadi hamba yang senantiasa beribadah dan menyembah Allah SWT sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur’an surat Az-Zariyat  ayat 56 yang artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku”. (QS Az-Zariyat : 56)
                  Ibadah yang semestinya dilakukan manusia terdiri dari dua golongan yakni ibadah yang bersifat khusus dan ibadah yang bersifat umum. Ibadah yang sifatnya khusus antara lain : ibadah shalat wajib, puasa (pada bulan ramadhan), zakat, naik haji bagi yang mampu dan sebagainya. Sedangkan ibadah yang bersifat umum adalah seperti melakukan amal saleh yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya akan tetapi bermanfaat juga untuk orang lain dan dilandasi niat yang ikhlas dan bertujuan hanya mencari keridhaan Allah semata seperti : bersedekah, menyambung tali silaturrahmi, menikah dan sebagainya.

d.      Manusia diciptakan Allah sebagai Khalifah
                  Kata Khalifah berasal dari bahasa Arab yakni khalafa atau khalifatan yang artinya meneruskan, sehingga kata khalifah yang dimaksud adalah penerus agama islam dan ajaran dari Allah SWT. Sebagai manusia yang berperan sebagai khalifah maka manusia wajib menjalankan tugasnya untuk senantiasa menjaga bumi dan makhluk lainnya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang diperbuatnya kelak di hari akhir.
                  Hal tersebut disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 30 yang artinya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,  padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”. Allah berfirman : “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS Al-Baqarah : 30)
                  Dengan demikian, hakikat penciptaan manusia selayaknya membuat kita sadar bahwa sebagai manusia kita diciptakan untuk menyembah dan melakukan kewajiban kita di dunia sebagai khalifah. 

D.    Sifat-sifat Hakikat Manusia
a.      Pengertian sifat hakikat manusia
                  Sifat hakikat manusia adalah ciri-ciri karakteristik yang membedakan manusia dengan hewan, meski dari segi biologis memiliki kemiripan. Misal dari bentuknya manusia dan orang utan sama-sama bertulang belakang, berjalan dengan dua kaki, melahirkan, menyusui anaknya dan pemakan segalanya.
                  Disebut sifat hakikat manusia karena secara haqiqi sifat tersebut hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan, karena manusia mempunyai hati dan dua kekuatan. Pertama, kekuatan yang tampak seperti tangan, kaki, mata dan anggota tubuh lainnya yang tunduk kepada perintah hati, inilah yang disebut dengan pengetahuan. Kedua, kekuatan yang mempunyai dasar yang mendalam seperti otak dan syaraf inilah yang disebut dengan kemauan. Pengetahuan dan kemauan inilah yang membedakan manusia dengan hewan.

b.      Sifat-sifat hakikat manusia
                  Wujud sifat Hakikat manusia Menurut Prof. Dr. Umar Tirtaraharja dkk dibagi menjadi 8 bagian yaitu :
1)      Kemampuan Menyadari Diri
            Berkat adanya kemampuan menyadari diri, manusia dapat menyadari dirinya sendiri memiliki ciri khas dan karakteristik. Dengan kemampuan ini manusia juga dapat menyadari kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam dirinya dan memahami potensi-potensi yang ada disekitarnya.
2)      Kemampuan Berekstensi
            Adalah kemampuan manusia untuk dapat menempatkan diri dan dapat menerobos atau menebus batas-batas yang membelenggu dirinya sehingga tidak terbelenggu dalam ruang dan waktu seperti mengatasi situasi dan peristiwa atau melihat prospek masa depan.
3)      Kata Hati (Consecience Of Man)
            Kata hati atau hati nurani adalah kemampuan manusia untuk membuat keputusan yang baik atau buruk dan yang baik atau yang salah, jadi manusia dalam berbuat juga harus berdasarkan kata hati agar tidak melakukan kesalahan.
4)      Moral
            Moral adalah bentuk pengertian yang menyerupai perbuatan maka yang dimaksud moral yaitu perbuatan itu sendiri. Moral dan kata hati mempunyai kemiripan, artinya orang yang mempunyai kata hati belum tentu mempunyai moral yang baik. Dapat disimpulkan bahwa moral yang sinkron dengan kata hati merupakan manusia yang mempunyai moral baik begitu juga sebaliknya moral yang tidak sinkron dengan kata hati merupakan manusia yang mempunyai moral buruk.
5)      Tanggung Jawab
            Sifat tanggung jawab adalah kesediaan untuk menanggung akibat dari perbuatan yang menuntut tanggung jawab yang dilakukan manusia. Wujud tanggung jawab terdiri dari tanggung jawab diri sendiri, tanggung jawab masyarakat dan tanggung jawab terhadap Tuhan. Tanggung jawab diri sendiri bentuknya berupa penyesalan yang mendalam, sedangkan tanggung jawab masyarakat tuntutannya berupa sanksi-sanksi sosial. Tanggung jawab terhadap Tuhan tuntutannya berupa perasaan berdosa dan terkutuk.


6)      Rasa Kebebasan
            Adalah tidak merasa terikat dan terbebani oleh sesuatu tetapi sesuai dengan kodrat manusia, artinya manusia bebas melakukan apa saja sepanjang tidak bertentangan dengan kodrat manusia itu sendiri.
7)      Hak Dan Kewajiban
            Kewajiban merupakan sesuatu yang harus dipenuhi oleh manusia. Sedangkan hak adalah merupakan sesuatu yang patut dituntut setelah memenuhi kewajiban. Sehingga dapat disimpulkan Kewajiban ada karena ada pihak lain yang harus dipenuhi haknya.
8)      Kemampuan Menghayati Kebahagiaan
            Kemampuan menghayati kebahagiaan adalah integrasi dari segenap kesenangan, kegembiraan, kepuasan dan sebagainya dengan pengalaman pahit dan penderitaan yang sebelumnya dialami. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebahagiaan adalah perpaduan dari usaha, hasil dari pengalaman yang menyenangkan ataupun pengalaman yang pahit.

E.     Tujuan Diciptakannya Manusia Menurut Islam
                  Dalam islam ada beberapa tujuan diciptakannya manusia, antara lain:
1)      Menyembah kepada Allah SWT (Beriman)
            Manusia diciptakan dengan tujuan agar menyembah kepada Tuhan yang Maha Esa yaitu Allah SWT. Dengan pengertian yang lebih sederhana, manusia memiliki keharusan menjadi individu yang beriman kepada Allah (Tauhid). Kebalikan dari beriman adalah syirik, yaitu menyekutukan Allah dengan segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini.
2)      Memanfaatkan Alam Semesta (Beramal)
            Kehidupan manusia memiliki tujuan untuk memakmurkan alam semesta beserta isinya dan mewujudkannya dengan bentuk mengambil i’tibar (pelajaran), menunjukan sikap sportif dan inovatif serta selalu berbuat yang bermanfaat untuk diri dan lingkungannya. Dengan kata lain tujuan hidup manusia semacam ini dapat dikatakan dengan tujuan untuk “Beramal”.
3)      Membentuk Sejarah Dan Peradaban (Berilmu)
            Dunia mengandung nilai kebaikan dan keteraturan yang sangat harmonis yang diciptakan oleh Allah SWT untuk kepentingan manusia, khususnya perkembangan sejarah dan peradabannya. Oleh karena itu tujuan manusia adalah untuk melakukan penyelidikan terhadap alam untuk mengerti potensi-potensi yang tuhan berikan  yang berlaku didalamnya dan kemudian memanfaatkannya dengan hukum-hukumnya sendiri, untuk kemajuan sejarah dan peradabannya. Karena di kehidupan nanti manusia akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT, oleh karena itu manusia harus memiliki tujuan untuk membentuk sejarah dan peradabannya dengan baik.




F.     Fungsi dan Peran Manusia Menurut Islam
a.      Peran Manusia Menurut Islam
                  Berpedoman kepada QS Al-Baqarah 30-36, maka peran yang dilakukan adalah sebagai pelaku ajaran Allah dan sekaligus pelopor dalam membudayakan ajaran  Allah. Untuk menjadi pelaku ajaran Allah, apalagi menjadi pelopor pembudayaan ajaran Allah, seseorang dituntut memulai dari diri dan keluarganya, baru setelah itu kepada orang lain. Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana yang telah ditetapkan Allah, diantaranya adalah:
1)      Belajar
            Manusia sebagai khalifah harus mau belajar. Obyek belajarnya adalah ilmu Allah yang berwujud Al-Quran dan ciptaan-Nya. Hal ini tercantum juga di dalam QS An-Naml ayat 15-16 dan QS Al-Mukmin ayat 54.
2)      Mengajarkan Ilmu
            Khalifah yang telah diajarkan ilmu Allah maka wajib untuk mengajarkannya kepada manusia lain. Yang dimaksud dengan ilmu Allah adalah Al-Quran dan juga As-sunnah.
3)      Membudayakan Ilmu
            Ilmu Allah tidak hanya untuk disampaikan kepada manusia lain tetapi juga untuk diamalkan, sehingga ilmu yang terus diamalkan akan membudaya. Hal ini tercantum pula di dalam QS Al Mu’min ayat 35.

b.      Fungsi Manusia Menurut Islam
                  Di dalam al-Qur’an disebutkan fungsi yang diberikan Allah kepada manusia. Fungsi tersebut antara lain:
1)      Fungsi manusia terhadap diri pribadi
            Manusia terdiri dari kesatuan unsur jasmani dan rohani. Unsur rohani terdiri dari cipta (akal), rasa dan karsa. Unsur jasmani yang memerlukan makan, minum, pakaian, tempat tinggal, kesehatan dan sebagainya dipenuhi sebaik-baiknya. Fungsi manusia terhadap diri pribadi yaitu memenuhi kebutuhan unsur-unsur tersebut secara menyeluruh agar kebutuhan pribadi tetap terjaga.
            Akal yang merupakan salah satu segi unsur rohani kita bertabiat suka berpikir. Tabiat suka berpikir akan dipenuhi dengan berbagai macam ilmu pengetahuan yang berguna bagi hidup manusia. Rasa yang juga merupakan salah satu segi unsur rohani yang selalu merindukan keindahan, kebenaran, keadilan dan sebagainya itu kita penuhi pula kebutuhannya dengan berbagai kesenian yang sehat, hidup dengan pedoman yang benar, berlaku adil dan sebagainya (Ahmad Azhar Basyir, 1985 : 4).
            Perasaan yang rindu kepada kebaikan diisi dengan nilai-nilai moral, perasaan  yang rindu kepada keindahan diisi dengan nilai-nilai seni budaya, perasaan yang rindu kepada kemuliaan diisi dengan taqwa, perasaan yang rindu kepada kesucian diisi dengan usaha-usaha meninggalkan sifat-sifat tercela, seperti dengki, takabur, aniaya dan sebagainya (Ahmad Azhar Basyir, 1984 : 8).
2)      Fungsi manusia terhadap masyarakat
            Firman Allah dalam QS Al-Hujarat ayat 13 yang artinya : “Hai manusia, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan telah kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu di hadirat Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". (QS.al-Hujarat: 13).
            Dari ayat ini dapat diketahui bahwa manusia adalah makhluk individual, makhluk relegius, dan makhluk sosial. Sebagai makhluk individual manusia mempunyai dorongan untuk kepentingan pribadi, sebagai makhluk relegi manusia mempunyai dorongan untuk mengadakan hubungan dengan kekuatan di luarnya (Allah), adanya hubungan yang bersifat vertikal, dan sebagai makhluk sosial manusia mempunyai dorongan untuk berhubungan dengan manusia yang laiannya, maka kemudian terbentuklah kelompok-kelompok masyarakat (Bimo Walgito, 1987 : 41).
            Fungsi manusia terhadap masyarakat terbangun atas dasar sifat sosial yang dimiliki manusia, yaitu adanya kesediaan untuk selalu melakukan interaksi dengan sesamanya. Ditegaskan dalam al-Qur'an bahwa manusia selalu mengadakan hubungan dengan Tuhannya dan juga mengadakan hubungan dengan sesama manusia. Kesedian untuk memperhatikan kepentingan orang lain, dalam hal ini adalah tolong menolong. Hal ini ditegaskan dalam al-Qur'an surat al-Maidah ayat 2, sebagai berikut: "Dan tolong menolong-menolong kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran". (QS Al-Maidah : 2).

3)      Fungsi manusia terhadap alam dan lingkungan
            Fungsi manusia terhadap alam adalah bagaimana manusia memanfaatkan potensi alam untuk mencukupkan kebutuhan hidup manusia. Banyak ayat-ayat al-Qur'an yang menegaskan bahwa segala sesuatu di langit dan dibumi ditunjukan Allah kepada manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia sendiri (QS.al-Jatsiyah ayat 13). Laut, sungai, matahari, bulan, siang dan malam dijadikan sebagai sarana kemakmuran hidup manusia (QS. Ibrahim ayat 32-34), binatang ternak diciptakan Allah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia (QS. an-Nahl ayat 5), laut ditundukkan kepada manusia sebagai sarana komunikasi dan untuk digali dan dimanfaatkan kekayaannya (QS. Fathir ayat 12 dan an-Nahl ayat 14).
            Dalam memenuhi fungsi manusia terhadap alam, hendaknya selalu diusahakan agar keselamatan manusia tidak terganggu. Tidak memanfaatkan potensi alam secara berlebih-lebihan, agar generasi mendatang masih dapat menikmatinya, karena potensi alam terbatas (Ahmad Azhar Basyir, 1985 : 16). Apabila berlaku belebih-lebihan, tamak, rakus, dalam menanfaatkan potensi alam akan berakibat kerusakan pada manusia itu sendiri. Dalam hubungan ini, Allah memperingatkan manusia dalam (QS. Ruum ayat 41) bahwa : "Kerusakan di darat dan laut terjadi akibat perbuatan tangan manusia sendiri, Allah merasakan kepada mereka sebagai (akibat) perbuatan mereka, supaya mereka kembali ke jalan yang benar". Berdasarkan ayat ini, maka pemanfaatan potensi alam untuk kepentingan manusia sekarang harus memperhatikan kepentingan generasi mendatang, dengan berusaha menjaga dan melestarikan potensi alam tersebut.

4)      Fungsi manusia terhadap Allah
            Fungsi manusia terhadap Allah ditegaskan dalam al-Qur'an surat Adz-Dzariyat ayat 56, sebagai berikut : "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku". Dan juga dalam al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 21, Allah memerintahkan manusia untuk beribadah, sebagai berikut : "Hai manusia, beribadahlah kamu kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa".
            Dengan demikian, beribadah kepada Allah yang menjadi fungsi manusia terhadap Allah baik dalam bentuknya umum maupun dalam bentuk khusus. Ibadah dalam bentuk umum ialah melaksanakan hidup sesuai ketentuan-ketentuan Allah, sebagaimana diajarkan al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Ibadah dalam pengertiam umum mencakup segala macam perbuatan, tindakan dan sikap manusia dalam hidup sehari-hari. Sedangkan ibadah dalam bentuk khusus yaitu berbagai macam pengabdian kepada Allah yang cara melakukannya sesuai dengan ketentuan.
            Dalam bidang aqidah, fungsi manusia terhadap Allah adalah meyakini bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah. Bertuhan kepada selain Allah berarti suatu penyimpangan dari fungsi manusia terhadap Allah. Bertuhan kepada Allah adalah sesuai sifat dasar manusia yaitu sifat relegius, tetapi sifat "hanief" yang ada pada manusia membuat manusia harus condong kepada kebenaran yaitu mentauhidkan Allah.








BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Menurut pandangan islam manusia adalah ciptaan Allah SWT yang diciptakan dalam bentuk paling sempurna dibandingkan dengan makhluk Allah yang lain.
2.      Dalam islam manusia diciptakan oleh Allah SWT melalui 4 tahap, yaitu: tahap jasad, tahap hayat, tahap ruh dan tahap nafs.
3.      Hakikat manusia menurut islam berdasarkan substansi penciptaan adalah antara lain:
ü  Makhluk Allah yang paling sempurna
ü  Manusia sebagai bukti kekuasaan Allah SWT
ü  Manusia diciptakan sebagai hamba Allah SWT
ü  Manusia diciptakan Allah sebagai khalifah
4.      Sifat hakikat manusia adalah ciri-ciri karakteristik yang membedakan manusia dengan hewan, meski dari segi biologis memiliki kemiripan.
Wujud sifat hakikat manusia menurut Prof. Dr. Umar Tirtaraharja dkk dibagi menjadi 8 bagian yaitu : Kemampuan menyadari diri, kemampuan berekstensi, kata hati (Consecience of Man), moral, tanggung jawab, rasa kebebasan, hak dan kewajiban serta kemampuan menghayati kebahagiaan.
5.      Tujuan diciptakannya manusia menurut islam yaitu:
1)      Menyembah kepada Allah SWT (Beriman)
2)      Memanfaatkan alam semesta (Beramal)
3)      Membentuk sejarah dan peradaban (Berilmu)
6.      - Peran manusia menurut islam yaitu:
1)      Belajar
2)      Mengajarkan ilmu
3)      Membudayakan ilmu
- Fungsi manusia menurut islam yaitu:
1)      Fungsi manusia terhadap diri pribadi
2)      Fungsi manusia terhadap masyarakat
3)      Fungsi manusia terhadap alam lingkungan
4)      Fungsi manusia terhadap Allah

B.     Saran
            Sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dalam wujud manusia, sudah seharusnya kita mengetahui hakikat penciptaan kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, agar kita dapat hidup dengan berpedoman pada  hakikat penciptaan tersebut.